Archive for the ‘Kesaksian’ Category

Siapa yang tidak tahu Regina Idol? Seseorang yang bukan siapa-siapa tiba-tiba terkenal karena suara emasnya dalam ajang perlombaan menyanyi Indonesian Idol….
Kisah hidup Regina ternyata begitu berat dan mengharukan. Benar-benar sebuah perjuangan hidup sejak dia kecil. Sewaktu kecil dia pernah mengalami kecelakaan. Regina, ibu dan adiknya selamat, sedangkan ayahnya meninggal dunia. Regina mengalami patah kaki sampai harus operasi 2 kali. Ibunya menikah lagi dan tidak lama kemudian ayah tirinya juga meninggal dunia.
Karena tertipu investasi, ibunya harus menggadaikan rumah, sampai akhirnya rumahnya di jual dan membeli rumah kecil yang sekarang dia tempati bersama ibu dan 2 orang adiknya. Rumah kecil itu direnovasi juga dengan bantuan warga, ada yang bantu pagar, atap, dan sebagainya. Demi mencukupi kebutuhan hidup, Regina sejak kelas 1 SMU menyanyi di Cafe. Kehidupan sehari-hari juga mengandalkan bantuan dari saudara-saudara ibunya dan setiap bulan mereka mendapat paket sembako dari gereja.
Bersamaan dengan itu, Regina yang mempunyai bakat dalam bidang menyanyi mencoba mengikuti ajang Indonesian Idol. Dan seperti kita ketahui, Regina berusaha mengikuti Indonesian Idol sampai 6 kali dan semuanya gagal. Bayangkan, gagal sebanyak 6 kali merupakan perjuangan yang tidak mudah bagi seorang Regina. Tetapi tidak ada kata putus asa dalam kamus hidupnya. Regina pantang menyerah dan berusaha terus mengikuti audisi Indonesian Idol untuk yang ke 7 kalinya. Ia tahu bahwa tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya dan selalu ada pengharapan bagi orang yang mengandalkan Tuhan. Dan sungguh luar biasa, pada perjuangannya yang ke 7 kali ini, hanya kata “Woww!” yang dapat dilontarkan oleh Regina dan semua orang yang menyaksikan perjuangan hidupnya. Tak ada yang menyangka bila kegigihan Regina membawa dia pada keberhasilan dan menjadikannya The Winner of Indonesian Idol 2012.
Apa yang terjadi bila saat itu Regina “menyerah” pada seleksi Indonesian Idol yang ke 2 atau ke 3 atau bahkan dia berhenti dan menyerah saat yang ke 6 ? Yang pasti Regina tidak akan pernah mengalami berkat dan kemenangan seperti saat ini. Kemenangan Regina bukan hanya pada pertandingan menyanyi, tetapi juga pada pertandingan iman & kesabaran !Ada satu quote yang menarik….

“The winner sees an answer for every problem. The looser sees the problem in every answer”.
“Seorang pemenang selalu melihat sebuah jawaban di setiap masalah, Sedang seorang pecundang melihat sebuah masalah di setiap jawaban.”
Tuhan menguji kesabaran Regina selama 6 tahun lebih. Tuhan menempa mentalnya, Tuhan menghendaki Regina belajar lebih lagi, dan pada waktu yang sudah Tuhan tentukan, kemenangan itu akan kita dapatkan. Bahkan para juri Indonesian Idol mengakui bahwa kemampuan Regina di atas peserta yang lainnya dan standart seperti kemampuan Regina ini dapat dipakai sebagai standart kualitas bagi Indonesian Idol berikutnya. Sungguh suatu kemenangan yang tak pernah terbayangkan. Tuhan membuat semuanya indah pada waktunya !

Keberhasilan Regina di Indonesian Idol adalah jawaban Tuhan atas kesabaran dan perjuangannya, terlebih atas doa-doanya. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yg menentukan arah langkahnya. Kiranya kisah hidup Regina ini dapat memberikan contoh bukan hanya di dunia musik saja, tetapi juga di semua aspek kehidupan. Kegigihannya memberi sebuah inspirasi bagi kita semua sebagai anak-anak Tuhan yang harus terus berjuang untuk memenangkan kehidupan ini dan bertahan sampai seluruh rancangan Tuhan digenapi atas hidup kita.

Saya suka sekali dengan perkataan Regina ketika dia menang menjadi The Winner of Indonesian Idol. Dia berkata, “Thank God.. It’s the power of prayer!”
Kata-kata itu terngiang dalam telinga saya dan semakin meneguhkan saya bahwa setiap keberhasilan tidak terlepas dari kuasa doa !
Jangan menyerah atas setiap masalah di hidup kalian, tetaplah berharap, berdoa, berjuang, dan beriman!

“Kemenangan adalah untuk orang-orang yang berdoa. Kemenangan adalah untuk orang-orang yang berjuang.”


Tuhan Yesus memberkati ! 🙂

Saya tidak datang dari keluarga kristen. Saya tidak mengenal Alkitab, tidak mengenal Tuhan Yesus, tidak mendapat pelajaran tentang surga dan neraka. Keluarga saya adalah keluarga yang beragama Budha tapi tidak beragama. Ngerti nggak saudara? Nggak ngerti? Banyak lho orang Kristen kaya gitu, beragama Kristen tapi tidak beragama Kristen. Yang didalam maksudnya saudara.

Saya punya masa kecil yang cukup baik. Saya hidup tanpa seorang ibu. Sampai waktu kelas 3 SMP saya dikeluarkan dari sekolah, saya sekolah di SMP 3 di Ancol, Jakarta. Dikeluarkan dari sekolah, saya pindah ke Australia, lalu masuk lagi ke SMP 3, 3 bulan kemudian keluar lagi, terus menerus seperti itu saudara, di SMP 3 saya nggak naik-naik, nggak lulus-lulus. Balik ke Jakarta papa sangat marah gara-gara sekolah saya ga kelar-kelar padahal sudah habis duit banyak. Lalu saya disuruh kuliah di Australia, saya cuma 2 minggu kuliah, hanya orang Indonesia aja lho yang bisa kuliah tanpa ijazah SMP 3, saya bilang, kalo bukan orang indonesia, ga akan bisa seperti itu. Saya tidak dikeluarkan saudara, tapi saya mengeluarkan diri, saya sangat nakal. Singkat cerita, di Australia saya jatuh dalam pergaulan yang sangat buruk, dimana saya pernah ikut geng, menjadi pecandu narkoba cukup berat, dan melakukan hal-hal yang kurang baik. Hidup saya di Australia begitu hancur, hari demi hari yang saya lakukan hanya berantem, pake narkoba, dalam seminggu saya bisa nggak tidur, karna memang nggak bisa saudara, sampai harus diseret dipaksa mandi, dipaksa makan, tidur, hidup saya begitu hancur dan kacau. Papa mendapat kabar bahwa saya hancur. Dia telpon saya, tanya saya gimana disana, dan saya bilang saya nggak papa, saya baik-baik saja. Dua minggu kemudian papa saya datang. Dan pada saat itu sedang tidur, dia tabok-tabokin saya supaya saya bangun. Saya kira saya sedang bermimpi. Ternyata saya nggak mimpi, saya lihat papa saya yang kagetnya luar biasa, dimana rumah dia jadi base camp, ada narkoba dan cewe dimana-mana. Papa saya begitu marah dan kecewa, saudara bisa bayangkan, dia buang semua narkoba dan usir dengan halus teman-teman saya. Saya lihat matanya, saya ajak dia ngomong, tapi dia nggak mau ngomong, dia terlihat mau nangis, tapi nggak bisa nangis. Dia begitu hancur, kecewa. Saya disuruh pulang ke Jakarta. Tadinya saya nggak mau pulang, tapi puji Tuhan saya pulang, temen saya banyak yang kacau. Ada yang masuk penjara, ada yang dideportasi, hancur semua. Di Jakarta hidup saya nggak bertambah baik. Saya tidak punya tujuan hidup, bingung mau ngapain. Mau kerja nggak bisa kerja, mau sekolah nggak bisa sekolah, bingung. Jujur hidup ini untuk apa.
Dari kecil saya suka menghayal apa yang akan terjadi ketika saya mati. Dari kecil saya nggak punya dasar agama. Saya Cuma jalanin dan menikmati hidup ini, saya merasa hampa banget. Karena saya dasarnya dari Budha, di ajaran Budha, kalau baik, katnya manusia mati jadi manusia lagi, kalo jahat jadi binatang.

Saya ketemu anjing dan saya ajakin dia ngomong : “Kamu dulu manusia?”.
Jawabannya, “Guk..guk..guk”.

Jangan-jangan dia mau ngomong bahasa Inggris tapi nggak bisa. Saya pikir-pikir kayaknya nggak masuk akal. Saya benar-benar dibuat bingung.Hidup saya tanpa tujuan. Hidup ini buat apa?

Saya juga pernah nanya ke nenek saya: “Nek, hidup ini buat apa?”.
Dia bilang, “Buat cari duit, jadi kaya, buat anak cucu,”.
Saya tanya lagi, “Cari duit, cari rumah, cari mobil, tapi mati nggak dibawa, kemana duitnya?”.
“ Ya buat cucu-cucu” jawabnya.
“ Iya bener duitnya buat cucu-cucu, tapi kita nya kemana” Dia diem aja.

Kalau hidup gitu ngapain.

Tahu kupu-kupu? Tahu artinya kupu-kupu? Dahsyat…

Singkat cerita, hidup saya begitu hancur, bingung. Hari demi hari saya di diskotik. Bahkan bisa 4 hari saya di diskotik, nggak pulang, karna di Jakarta ada diskotik yang nggak tutup-tutup, pakai narkoba, ineks, segala macam. Tapi ada suatu titik dimana papa ajak saya ngobrol, dia tanya kenapa saya begitu kacau dan hancur,

Saya cuma jawab, “Nggak tau”.

Tapi tiba-tiba dia nanya satu pertanyaan yang bikin saya bingungt, “Kamu mau nggak bertemu ibu kamu?”.

Saya begitu kaget karena sejak kecil saya nggak pernah ketemu ibu saya, dari umur 3 tahun sampai umur 16 rahun. Dan akhirnya saya pergi ke Inggris. Dan ketika pertama ketemu, saya peluk cium dia – kayak di film-film. Dia nangis nglihat saya , dari kecil nggak liat anak tiba-tiba gede.Saya pindah ke Inggris, tapi di Inggris hidup saya tidak bertambah baik – Cuma satu bulan di Inggris – karena ternyata ibu saya pecandu narkoba juga. Bahkan kita pernah pake narkoba bareng. Saya bukannya bertobat, tapi malah tambah kacau. Ibu saya pake narkoba bukan semacam ganja, tapi lebih berat lagi. Heroin. Semuanya dipakai. Kita juga sempat ditangkap polisi, dimasukin sel, masuk penjara bareng ibu saya. Hidup saya hari demi hari tambah hancur.
Saya kembali ke Jakarta. Hidup saya hari demi hari tambah hancur, akhirnya tiba di suatu titik dimana saya ketemu Steve Emmanuel, seorang artis juga (yang saya critain tadi sebelum saya jadi artis, jauh) saya sudah mulai belajar syuting, tapi masih jauh.Dapat duit buat mabok.

Dia tanya, “Apa mau dikenalin sama kakak saya?”

Dan saya dikenalin sama Nafa di diskotik. Waktu itu saya dalam keadaan mabuk, dia juga dalam keadaan make, dan saya ketemu sama dia. Dikenalin, dan saya mulai pdkt sama dia. Singkat cerita, ketika saya bertemu dengan Nafa, Nafa saat itu dalam keadaan belum lama putus. Tadinya dia seorang muslim yang taat, nggak kenal diskotik, nggak kenal rokok, mabuk, dan pada saat ketemu saya, dia sudah dalam keadaan jatuh. Saya mulai dekat dengan dia, saya mulai datang ke rumah dia, dan tiba-tiba saya nanya dia, saya juga bingung kenapa saya bisa nanya seperti itu.

Saya nanya, “Nafa, agama kamu apa?”,
dan dia bilang ini sambil bengong, “Agama saya kristen.”

Banyak orang mengira Nafa Kristen karena saya. Padahal saya dari kecil tidak punya agama.

Oke saya bilang, saya ikut kristen, nanti kalau dikenalin sama mamanya kan gampang. Itu kira-kira hari rabu atau kamis, singkat cerita sampai hari minggu. Saya bilang orang kristen kalo hari minggu ke gereja. Kita ke gereja di JFCC, GBI di Senayan. Pendetanya bule, wajah bule tapi fasih banget ngomong Indonesia, saya sampai bengong.
Setelah berkhotbah,ada altar call saya bingung karena dia liat-liat saya dan dia bilang :
“Yang mau terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat, silahkan maju.”

Saya nanya teman saya, Kristen, “Apa saya harus terima Yesus?”

Dan dia bilang, “Ya, kamu harus terima Yesus.”
Dan saya maju ke depan. Banyak orang yang menerma Yesus hari itu saudara.
Yang pertama, saya didoakan, “Aku mengenal engkau.”

Saya bingung saudara, padahal saya baru kenal dia saat itu, dan dia bilang, “Kamu telah membuat keputusan yang tepat. Yang harus kamu lakukan adalah kamu harus percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.”

Dia bilang yang harus kamu lakukan adalah percaya dan mengakui bahwa Yesus adalah Tuhan.

Oke saya bilang: “Yesus, mulai saat ini Kamu adalah Tuhan dan Juru Selamat saya”

Dan waktu ngomong itu saya berfikir gampang juga, belagu-belagu juga dulu aku nggak punya Tuhan, sekarang sekali-kali aku punya Tuhan dong.Pikir saya. Yesus mulai hari ini Engkau adalah Tuhan saya.

Hidup saya memang tidak langsung berubah, tapi ada suatu kekuatan yang terus menarik saya. Ketika saya bertekad mengakui bahwa Yesus itu adalah Tuhan, saya mulai tertarik dengan Alkitab, saya nggak baca Perjanjian Lama, bosen saudara, saya mulai baca Perjanjian Baru dan saya mulai mendapati bahwa dalam dalam Alkitab, Yesus mengatakan bahwa Dialah jalan kebenaran dan hidup. Dan saya mulai mengatakan bahwa tidak ada jalan masuk ke surga kecuali melalui Yesus, dan saya mulai mendapati hal-hal yang wow, ini dasyat banget. Dan saya mulai ke gereja dan saya mulai diajari bahwa kita harus bangun hubungan dengan Tuhan. Saya pulang, dan berdoa, saya benar-benar bangun hubungan saudara, saya benar-benar berdoa, benar-benar yakin, sampai sekarang saya menganggap bahwa Yesus itu benar-benar ada dihadapan saya.

Saya ajak ngobrol, “Halo Yesus, apa kabar?”

Saya benar-benar bangun hubungan pribadi saya dengan Tuhan. Saya ambil gitar, saya belajar lagu rohani, Ku Mau Cinta Yesus, itu saudara yang pertama saya pelajari dan tiba-tiba saya mulai dijamah Tuhan begitu luar biasa. Ketika saya mulai mencari Dia, Dia genggam saya begitu luar biasa. Saya mulai mengalami hal-hal yang seumur hidup saya nggak pernah alami.

Saya pernah mengalami, suatu saat saya sedang menyembah dalam Tuhan di kamar saya, tiba-tiba pintu kamar terbuka dan saya benar-benar kaget, saya buka mata, saya rasain angin dan saya nggak suka lagi berdoa ada orang, dan saya buka mata, pintu kamar itu tertutup dan saya periksa kunci, ternyata sudah saya kunci dan saya mulai menyembah dan berdoa lagi, dan tiba-tiba pintu kamar saya terbuka lagi dan saya pikir karena udah saya kunci, saya tutup mata lagi, dan tiba-tiba disitu, di pintu itu ada suatu sinar yang terang banget saudara, sangat berkilauan, saya tersungkur dan saya nangis, saya mulai ngerasain damai yang begitu kuat, mulai ngerasain cinta kasih Tuhan yang begitu dekat banget, atmosfir, dan saya nagis dahsyat banget, dan tiba-tiba disitu berdiri Seorang yang tidak bisa saya lihat wajahNya , begitu silau, saya hanya jatuh dan saya nangis dan nangis saudara. Ketika saya mencari Yesus saya mulai mendapati hal-hal yang seumur hidup tidak pernah saya alami. Saya selalu berpikir bahwa Tuhan adalah Tuhan dan manusia adalah manusia, nggak akan nyambung. Tapi waktu saya bertemu Yesus saya mulai tahu bahwa kita bisa bangun hubungan pribadi dengan Yesus. Saya mulai tahu bahwa kita bisa bicara dengan Tuhan, wow dahsyat banget! Pada saat itu saya belum bertobat, tapi saya bangun adalah hubungan. Saya selalu ajari orang jangan membatasi diri dengan peraturan tentang hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Kalau saudara nggak pernah punya hubungan pribadi dengan Tuhan, jangan sebut diri saudara kristen, saudara hanya beragama saja. Jangan hanya jadi orang beragamawi saja. Yesus datang tidak membawa agama. Yesus datang membawa hubungan sama Tuhan. Dan saya mulai bilang kepada Yesus bahwa saya mau lepas dari narkoba, alkohol, sex bebas. Jujur, pada saat itu saya tidak munafik bahwa saya berzinah dengan dia. Saya mau bertobat, kalo Yesus bukan Tuhan tidak mungkin saya bisa lepas dari narkoba, sex bebas, alkohol, rokok. Dia Memberi Kekuatan. Lagu-lagu profetik dahsyat banget lagu-lagunya saudara, benar-benar memberi kekuatan. Saya yang tadinya tinggal satu rumah dengan Nafa,

Saya bilang: “Nafa, saya mau pulang, balik lagi ke rumah orang tua, saya nggak mau sex bebas, saya tau Tuhan nggak suka.”

Sampai saya bikin tatoo, setengah jalan. Gara-gara teman saya orang Kristen boleh kog bikin tatoo. Oke, kita bikin tatoo. Waktu itu saya bikin di Jakarta. Tiba-tiba saya liat didalam spirit saya, dalam roh , saya melihat bahwa Tuhan membuang muka. Tiba-tiba di dalam hati saya merasa ada yang ‘greg’ ilang , “ooo kaget” Yesus nggak suka. Padahal, ada evangelist contemporer udah memimpin sampai ke seluruh dunia, masih bikin tatoo karena memang gayanya gitu. Tapi itu adalah urusan dia, hubungan pribadi dengan Tuhan saya nggak mau sampe jadi orang yang hanya agamawi. Tapi saya pribadi, Tuhan nggak mau saya bertatoo, maka tatoonya berhenti di tengah jalan. Dan akhirnya Yesus membebaskan saya sampai hari ini. Saya bisa kemana-mana, saya bisa dikirim kemana Tuhan mau bawa saya. “Oh, besok aku ke gereja. Kayaknya aku mau bersaksi.” Benar ternyata saudara, Tuhan sangat baik saudara, Tuhan begitu luar biasa, dan saya mau bilang, siapapun saudara, selama saudara masih berdosa, masih berzina, masih pake narkoba, selama saudara menjalani suatu agama sebatas suatu agama, saudara tidak akan masuk surga, karena Yesus tidak datang membawa agama tapi membawa kehidupan. Yesus membawa hubungan pribadi. Amin. Kalau saudara benar-benar terima Tuhan, saya yakin saudara akan alami hal-hal supranatural, wow dahsyat!

Yeremia 29:11
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera  dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan”
God Bless You!!

Jika Anda sering mendengarkan filosofi “Success is My Right”, yakni sukses adalah hak milik siapa saja, barangkali kisah yang dialami presiden terpilih Korea Selatan ini mampu menjadi contoh nyata. Lee Myung-bak yang baru saja memenangkan pemilu di Korea ternyata punya masa lalu yang sangat penuh derita. Namun, dengan keyakinan dan perjuangannya, ia membuktikan, bahwa siapa pun memang berhak untuk sukses. Dan bahkan, menjadi orang nomor satu di sebuah negara maju layaknya Korea Selatan.

Coba bayangkan fakta yang dialami oleh Lee pada masa kecilnya ini. Jika sarapan, ia hanya makan ampas gandum. Makan siangnya, karena tak punya uang, ia mengganjal perutnya dengan minum air. Saat makan malam, ia kembali harus memakan ampas gandum. Dan, untuk ampas itu pun, ia tak membelinya. Keluarganya mendapatkan ampas itu dari hasil penyulingan minuman keras. Ibaratnya, masa kecil Lee ia harus memakan sampah.

Terlahir di Osaka, Jepang, pada 1941, saat orangtuanya menjadi buruh tani di Jepang, ia kemudian besar di sebuah kota kecil, Pohang, Korea. Kemudian, saat remaja, Lee menjadi pengasong makanan murahan dan es krim untuk membantu keluarga. “Tak terpikir bisa bawa makan siang untuk di sekolah,”sebut Lee dalam otobiografinya yang berjudul “There is No Myth,” yang diterbitkan kali pertama pada 1995.

Namun, meski sangat miskin, Lee punya tekad kuat untuk menempuh pendidikan tinggi. Karena itu, ia belajar keras demi memperoleh beasiswa agar bisa meneruskan sekolah SMA. Kemudian, pada akhir 1959, keluarganya pindah ke ibukota, Seoul, untuk mencari penghidupan lebih baik. Namun, nasib orangtuanya tetap terpuruk, menjadi penjual sayur di jalanan. Saat itu, Lee mulai lepas dari orangtua, dan bekerja menjadi buruh bangunan. “Mimpi saya saat itu adalah menjadi pegawai,” kisahnya dalam otobiografinya.

Lepas SMA, karena prestasinya bagus, Lee berhasil diterima di perguruan tinggi terkenal, Korea University. Untuk biayanya, ia bekerja sebagai tukang sapu jalan. Saat kuliah inilah, bisa dikatakan sebagai awal mula titik balik kehidupannya. Ia mulai berkenalan dengan politik. Lee terpilih menjadi anggota dewan mahasiswa, dan telibat dalam aksi demo antipemerintah. Karena ulahnya ini ia kena hukuman penjara percobaan pada 1964.

Vonis hukuman ini nyaris membuatnya tak bisa diterima sebagai pegawai Hyundai Group. Sebab, pihak Hyundai kuatir, pemerintah akan marah jika Lee diterima di perusahaan itu. Namun, karena tekadnya, Lee lantas putar otak. Ia kemudian membuat surat ke kantor kepresidenan. Isi surat bernada sangat memelas, yang intinya berharap pemerintah jangan menghancurkan masa depannya. Isi surat itu menyentuh hati sekretaris presiden, sehingga ia memerintahkan Hyundai untuk menerima Lee sebagai pegawai.

Di perusahaan inilah, ia mampu menunjukkan bakatnya. Ia bahkan kemudian mendapat julukan “buldozer”, karena dianggap selalu bisa membereskan semua masalah, sesulit apapun. Salah satunya karyanya yang fenomonal adalah mempreteli habis sebuah buldozer, untuk mempelajari cara kerja mesin itu. Di kemudian hari, Hyundai memang berhasil memproduksi buldozer.

Kemampuan Lee mengundang kagum pendiri Hyundai, Chung Ju-yung. Berkat rekomendasi pimpinannya itu, prestasi Lee terus melesat. Ia langsung bisa menduduki posisi tertinggi di divisi konstruksi, meski baru bekerja selama 10 tahun. Dan, di divisi inilah, pada periode 1970-1980 menjadi mesin uang Hyundai karena Korea Selatan tengah mengalami booming ekonomi sehingga pembangunan fisik sangat marak.

Setelah 30 tahun di Hyundai, Lee mulai masuk ke ranah politik dengan masuk jadi anggota dewan pada tahun 1992. Kemudian, pada tahun 2002, ia terpilih menjadi Wali Kota Seoul. Dan kini, tahun 2007, Lee yang masa kecilnya sangat miskin itu, telah jadi orang nomor satu di Korea Selatan. Sebuah pembuktian, bahwa dengan perjuangan dan keyakinan, setiap orang memang berhak untuk sukses.

Keberhasilan hidup Lee, mulai dari kemelaratan yang luar biasa hingga menjadi orang nomor satu di Korea Selatan, adalah contoh nyata betapa tiap orang bisa merubah nasibnya. Jika orang yang sangat miskin saja bisa sukses, bagaimana dengan kita? Mulailah dengan keyakinan, perjuangan, dan kerja keras, maka jalan sukses akan terbuka bagi siapapun. Jangan lupa juga, jangan pernah tinggalkan Tuhan dalam setiap perencanaan hidup kita. Manusia hanya bisa berusaha, tetapi Tuhan yang menentukan masa depan seseorang !

Saya berdoa, kisah Presiden Korea selatan ini dapat memberi kita inspirasi dan kekuatan untuk menjalani hidup. God bless u !! 🙂

sumber : dailysalade.blogspot.com

1. Pdt. Philip Mantofa

Dibawa ke neraka oleh Tuhan tanggal 1 Januari 2000. Di sana beliau melihat bagaimana orang-orang yang tidak mengenal Tuhan disiksa oleh iblis terus menerus tanpa berhenti. Dia melihat jurang api tanpa dasar dan melihat wanita yang suka berselingkuh serta cowok yang suka masturbasi sedang disiksa.
2. Jeniffer Perez
Dibawa Tuhan ke neraka pada tanggal 2 Mei 1997. Waktu itu umurnya baru 15 tahun. Di neraka dia melihat setan-setan menyiksa jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Ada yang dipancung, ada yang ditusuk-tusuk badannya. Pulang dari neraka dia langsung bertobat
3. Bill Wiese
Beliau pernah ada di neraka selama 23 menit. Di sana dia merasa sendirian, ketakutan melihat setan sedang menyiksa orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan, melihat daging terbakar dan bagaimana baunya yang membuat mual. Pengalamannya di neraka ditulis dalam buku “23 Minutes in Hell.”
4. Elizabeth
September 2001 pada saat sedang doa syafat di gerejanya, Elizabeth dibawa Tuhan ke neraka. Di sana dia melihat bagaimana orang-orang minta tolong supaya dilepaskan dari penderitaan abadi (penderitaan selama-lamanya) di neraka, tapi sudah terlambat. Kebanyakan dari mereka digerogoti ulat yang makan daging mereka dan ada pula yang dibakar oleh api (baca ALKITAB, MARKUS 9:43-48)
5. Mary Katrin Baxter
Seorang hamba Tuhan yang sering dikunjungi Tuhan ini dibawa ke neraka tahun 1976. Di sana di melihat ada lembah berbentuk mangkuk yang berisi api yang tidak pernah padam (sesuai dengan ALKITAB, MARKUS 9:43-48). Di dalam api itu ada orang-orang yang tidak percaya pada Tuhan. Mereka dihukum disana selamanya. Kesaksian itu dibuat buku yang diberi judul “A Divine Revelation Of Hell.”
6. Ian McCormack
Ian McCormack memang suka berenang. Suatu hari bulan Mei 1982, waktu sedang berenang di pantai dia disengat ubur-ubur. Dia langsung dibawa ke rumah sakit. Waktu dalam perjalanan ke rumah sakit itu, rohnya dibawa ke neraka. Neraka itu benar-benar gelap, tidak ada cahaya sedikitpun dan tidak bisa melihat apa-apa di sana. Tapi dia tahu, dari suara-suara yang ada di sekitarnya kalo dia sedang berada di neraka. Puji Tuhan, Tuhan mengeluarkan dia dari kegelapan dan membangkitkannya kembali.
7. (Alm) Pdt. Kenneth Hagin
Salah seorang hamba Tuhan yang pernah meninggal dan dibawa Tuhan ke neraka sampe 3 kali. Di neraka dia sempat mau dibawa masuk ke bagian terdalam oleh satu roh jahat, untungnya ada Tuhan (atau malaikat-Nya) yang mencegah Pdt. Hagin masuk. Kesaksiannya bisa dibaca di bukunya “Aku Pernah ke Neraka.”
8. P.S. Daniel Ekechukwu
Hamba Tuhan dari Nigeria ini mengalami kecelakaan mobil dan sudah dinyatakan meninggal. Tapi 3 hari kemudian dibangkitkan lagi oleh Reinhard Bonke. Selama 3 hari itulah beliau dibawa Tuhan ke neraka. Disana dia melihat orang-orang yang makan dagingnya sendiri, terus dimakan lagi. Terus begitu sampai selamanya.
9. Rev. Choo Thomas
Hamba Tuhan ini terkenal dengan bukunya, “Heaven Is So Real”. Selain pernah ke surga, dia juga pernah dibawa Tuhan ke neraka sebanyak dua kali. Di neraka dia melihat orang-orang yang disiksa sampai mukanya tidak berbentuk lagi. Malahan dia tidak bisa mengenali neneknya sendiri.
10. Bernada Fernandez
Wanita latin yang tinggal di New York ini dibawa Tuhan ke neraka dan melihat proses penyiksaan abadi di sana. Yang membuat dia kaget adalah bahwa banyak orang Kristen yang dia kenal ternyata ada di neraka.
Hell is Real….
Matius 25:46 – “Dan mereka ini akan masuk ke tempat siksaan yang kekal, tetapi orang benar ke dalam hidup yang kekal”
Maukah engkau datang kepada Bapa? Dia menunggumu……..

Penulis : Joel Osteen

Penerbit : Immanuel Publishing House

Genre : Motivasi dan Pengembangan Diri

“Izinkan Firman Tuhan menyegarkan Anda dan membentuk pikiran, perkataan dan aktivitas sehari-hari Anda.” Dalam buku terlarisnya Your Best Life Now, Joel Osteen menjamin kita kembali bahwa menjalani kehidupan yang penuh potensi itu ada dalam jangkauan kita. Ia berbicara tentang memperbesar visi kita, menyadari kuasa pikiran dan kata-kata kita, dan mengubah kesukaran menjadi kesempatan untuk bertumbuh.

Sekarang, dalam buku ini Joel mempersiapkan kita untuk meraih kehidupan yang Tuhan maksudkan untuk kita nikmati. Pikiran-pikiran motivasional, pesan-pesan inspirasional dan ayat-ayat Alkitab yang bermanfaat selama 90 hari akan memperkuat iman kita-kepada Tuhan, kepada sesama, dan kepada diri kita sendiri. Dengan menerapkan kebenaran-kebenaran ini, kita akan sanggup naik melampaui penghalang-penghalang kita dan hidup dalam kesehatan, kelimpahan, dan kemenangan.

Sumber:gbiposko39bandung

Ahmed Deedat yang takabur

Posted: April 21, 2012 in Kesaksian

Sekilas mengenai Ahmed Deedat

Ahmad Hussein Deedat, lahir di Surat di Gujarat India kelahiran tahun 1918, ayahnya berimigrasi ke Afrika Selatan setelah ia lahir, kemudian Ahmed Deedat menyusul ayahnya ke kota Kwajulu-Natal Afrika .

Ahmed Deedat pernah memperoleh penghargaan ‘King Faishal Award’, Nobel dari Pemerintah Saudi Arabia pada tahun 1986 atas karya-karyanya. Semasa hidupnya, Deedat telah menerbitkan sekitar 22 buku yang laris dan telah dicetak hingga 20 juta kopi yang beredar luas di berbagai benua.

Sheikh Ahmed Deedat terkenal sebagai seorang ulama anti Kristen dari kota Durban Afrika Selatan. Maksud dari anti Kristen disini adalah baik itu berupa khotbah-khotbahnya dan tujuan dakwahnya hanyalah untuk menyerang keKristenan, bukan untuk pengajaran tentang kebenaran agama yang dianutnya.

Dia membuat buku combat Kit pada tahun 1992 dan buku-buku lain untuk menyerang keKristenan.

Oleh karena khotbah-khotbahnya terlalu ofensif, Ahmed Dedat dilarang masuk ke beberapa negara sekuler karena dikhawatirkan akan menimbulkan kerusuhan sosial. Negara-negara tersebut diantaranya adalah Nigeria, Prancis, Singapura dan Australia (setelah kotbahnya yang terakhir dan sangat ofensif pada Jumat Agung, yakni Hari Raya Paskah umat Kristiani di Sydney Australia 1996).

Ahmed Deedat dengan sombongnya menyatakan bahwa Yesus benar-benar disiksa dan naik ke tiang salib, tetapi cuma pingsan, tidak mati (The Choice).

Sejak setahun lebih sebelum Deedat mengalami stroke, pendeta-pendeta Kristen di kotanya Durban, sudah membuat surat terbuka untuk mengajaknya bertobat, karena mereka mengerti resiko penghujatan ofensif yang dilakukannya dalam konteks rohani akan berakibat fatal terhadap dirinya sendiri.  Namun ajakan tersebut tidak dilayaninya sama sekali.

Tepat 4 (empat) minggu setelah Deedat menghujat penyaliban Yesus yang sengaja dilakukan pada hari Jumat Agung (Hari Raya Paskah) di Sydney, Deedat secara tiba-tiba terserang stroke dan kehilangan suaranya untuk selama-lamanya. Lehernya kejang, sehingga tak mampu makan, minum atau bicara. Deedat hanya mampu berkomunikasi kedipan mata saja.

Semula ia dibawa ke spesialis di Rumah Sakit King Faisal di Riyadh dan dirawat disana, namun tak kunjung sembuh.

Kemudian selama 9 (sembilan) tahun berikutnya ia menderita hanya berada di atas tempat tidur di rumahnya di Verulam Afrika selatan dan hanya dirawat istrinya Hawa Deedat.

Selama dalam perawatan, Deedat hanya dapat mengkonsumsi makanan melalui selang yang langsung dimasukkan kedalam lambungnya melalui sebuah lubang di perutnya selama 9 tahun hingga ajalnya.

Selama masa penderitaannya ini, Deedat juga sudah pernah dikunjungi untuk didoakan oleh orang-orang Kristen namun ia menolaknya dengan isyarat matanya.

Deedat masih berstatus sebagai pemimpin IPCI, sebuah lembaga yang masih dipegangnya hingga meninggal. Namun Ahmed Dedat juga meninggalkan banyak hutang pada beberapa Ulama yang diwariskan kepada anak-anaknya. Karena seluruh harta kekayaan dari royalty hasil penjualan buku-bukunya yang sangat laris telah habis dipakai untuk biaya perawatannya selama 9 tahun masa kesengsaraannya itu, maka segala harta bendanya yang tersisa sangat tidak memadai untuk membayar hutang-hutangnya hingga saat ini.

‘Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan.’

(Rom 12 : 19)

=================================================================

9 Tahun Masa Perawatan Ahmed Deedat

Di Indonesia, buku-buku karya Ahmed Deedat dijual bebas, tetapi buku-buku tanggapan atas argumennya tidak diizinkan untuk terbit dan beredar dengan bebas.

Tokoh lawan debat Deedat yang sudah menerbitkan bukunya adalah John Gilchrist dan Dr. Anish Sorrosh, namun sangat sulit menemukan buku tersebut di Indonesia. Hal inilah yang membuat Serangan Ahmed Deedat dalam buku Combat Kit-nya terhadap keKristenan seolah-olah tidak terbantahkan oleh sebagian masyarakat Indonesia.

Note :

6 April 1996, Di hari Paskah, di Negara Australia Deedat berbicara di depan orang banyak menyerang Injil kepercayaan Kristiani mengenai kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

3 Mei 1996, Empat minggu kemudian setelah kejadian di Australia, Ahmed Deedat terkena stroke. Kaki tangannya lumpuh dan dia tidak bisa berbicara.

8 Agustus 2005 Deedat meninggal setelah menderita lumpuh dan bisu selama sembilan tahun.

Jauh sebelum Injil ditulis, Yesus sudah memberitahukan kepada murid-murid-Nya bagaimana Injil akan ditulis seperti yang ada pada kita sekarang ini, yaitu dengan pengajaran dan segala sesuatu yang diingatkan oleh Roh Kudus kepada mereka.

‘tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.’ (Yoh 14 :26)

Dan bagi mereka yang menghujat Injil, itu berarti sama saja dengan menghujat pada yang mengajarkan injil tersebut, yaitu Roh Kudus. Dalam hal penghujatan ini, Yesus telah mengatakan suatu konsekwensi kekal yang akan dihadapinya kelak bagi mereka yang menghujat Injil Kebenaran-Nya!

Aku berkata kepadamu: ‘Sesungguhnya semua dosa dan hujat anak-anak manusia akan diampuni, ya, semua hujat yang mereka ucapkan. Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, melainkan bersalah karena berbuat dosa kekal.’ ( Mar 3 : 28, 29 )

Dosa kekal ini sungguh terjadi pada Ahmed Deedat yang telah menghujat Injil dengan begitu sombong dan beraninya, bukan hanya kepada para pendeta ataupun orang-orang percaya lainnya, tetapi Ia telah begitu berani dan takaburnya untuk menghujat Roh Kudus. Bagi seorang Deedat sudah tidak ada lagi jalan untuk bertobat, walaupun ia telah diperingati maupun didoakan oleh orang-orang Kristen ketika masa perawatannya di rumah sakit selama 9 tahun terakhir dari sisa hidupnya ini.

Oleh karenanya, bukanlah suatu kebetulan jika Deedat kehilangan kemampuan berbicara untuk selamanya, hal itu terjadi karena ia telah melakukan dosa kekal, dan keselamatan kekal dalam Kristus Tuhan sudah tidak mungkin berlaku lagi terhadap dirinya, kerena ada tertulis :

‘Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.’(Rom 10 : 9, 10)

Rasul Paulus dengan tegas telah memperingatkan kita :

‘Tetapi sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia. Seperti yang telah kami katakan dahulu, sekarang kukatakan sekali lagi: jikalau ada orang yang memberitakan kepadamu suatu injil, yang berbeda dengan apa yang telah kamu terima, terkutuklah dia.’ (Gal 1 : 8, 9)

=================================================

sumber : http://sahabat-gembala.blogspot.com/

Bong Chandra & Kisah Suksesnya

Posted: April 1, 2012 in Kesaksian

Bong Chandra, pemuda usia 24 tahun ini dikenal sebagai “Motivator Termuda di Asia”. Ia berhasil menjadi seorang milyader di usia yang sangat muda, tentu saja hal tersebut membuatnya menjadi idola banyak orang. Namun siapa sangka bahwa perjalanannya menuju kesuksesan ternyata penuh liku. Berikut adalah wawancara tim Solusi Life dengan Bong Chandra.
Bagaimana sih ceritanya hingga Anda bisa sukses seperti sekarang ini?

Saya dibesarkan di keluarga yang biasa saja. Orangtua saya seorang pengusaha. Namun saya dibesarkan dalam keadaan penuh kelemahan. Dalam artian yang pertama adalah kelemahan fisik. Waktu saya lahir, saya terkena penyakit flek paru-paru. Jadi waktu kecil saya suka kejang. Akhirnya hal itu membuat tubuh saya sangat kurus, dan hal tersebut membuat saya tidak percaya diri dan kuper.
Hingga pada tahun 1998, pada saat saya kelas 6 SD Indonesia mengalami krisis ekonomi dan kerusuhan. Salah satu yang kena adalah pabrik papa saya. Papa saya bankrupt, sehingga mulai dari kelas 6 SD sampai 2 SMA saya hidup sangat kekurangan.
Saya juga melihat bagaimana ayah saya dari punya pabrik, kerja dengan mesin, kebetulan pabrik kue, jadi buat adonan kue sendiri. Bagaimana keringatnya, bagaimana beliau masuk ke pasar-pasar basah, panas, pada hal usia beliau sudah 50 tahun lebih saat itu.
Saya seringkali juga hanya makan seadanya, dan juga hutang sana dan hutang sini. Bahkan seringkali kalau saya terima telephone di rumah diminta bilang papi ngga ada, mami ngga ada. Karena yang telephone adalah penagih hutang. Listrik dan telephone kami juga sering di putus.
Masa-masa paling pahit bagi saya adalah saat kami sekeluarga harus mengumpulkan uang-uang receh yang ada di sudut-sudut jendela, pojok-pojok lemari. Uang receh bisa buat apa sih? Tapi saking berharganya uang-uang receh itu bisa kami buat bayar listrik atau telephone.
Bagaimana dengan prestasi di sekolah?

Saya tidak punya prestasi sama sekali (di sekolah – red). Seringkali saya hanya fotokopi buku pelajaran karena tidak mampu beli buku baru. Saya hampir tidak naik kelas waktu SMA kelas 2 semester pertama. Raport saya merah 11 pelajaran dari 13 mata pelajaran. Saya menangis, saya sedih sekali. Itu adalah titik paling rendah dalam hidup saya.
Ternyata Bong Chandra pun pernah merasa iri…

Wajar, namanya juga anak muda waktunya aktualisasi diri. Mereka bisa punya handphone baru, saya ngga bisa. Mereka bisa pergi sama keluarganya, saya ngga bisa.
Saat itu ada teman saya yang ngga ada jemu-jemunya menjenguk saya, bukan karena saya sakit, tapi untuk mengajak saya ke gereja. Waktu itu ngga tahu kenapa saya merasa ini saat yang tepat. Akhirnya saya putuskan untuk ke gereja. Di sana saya sadar bahwa selama ini saya masih mengandalkan kekuatan saya sendiri.
Kadang saya bertanya, untuk apa sih Tuhan ciptakan kesulitan. Kenapa Tuhan ciptakan masa-masadown. Akhirnya saya menemukan (jawabannya), ternyata kalau tidak ada masa-masa sulit, tidak ada masa down, manusia akan mengandalkan dirinya sendiri, itu yang saya yakini yang dulunya saya belum yakin.
Ketika mengalami masa sulit, manusia sudah tidak bisa mengandalkan dirinya sendiri, tidak bisa mengandalkan orangtuanya, orang lain, maka manusia mulai mencari satu pribadi, itulah yang saya alami.
Bong menemukan satu pribadi itu dalam diri Tuhan Yesus Kristus. Mulai saat itulah paradigmanya mulai berubah.
Kita manusia ini bukan apa-apa, dalam artian kita ini bisa hidup karena anugrah. Kita bisa sehat, bisa makan karena anugrah. Jadi jangan lagi mengandalkan manusia. Jangan lagi percaya sepenuhnya sama manusia. Tapi andalkan dan percayakan sepenuhnya sama Tuhan.
Sekali lagi hidup ini seperti permainan catur. Tuhan baru bisa majukan pionnya kalau kita majukan pionnya. Karena kalau kita majukan pion, satunya hanya diam kan tidak bisa. Jadi kita berharap sepenuhnya pada Tuhan, tapi kita harus berusaha jadi yang terbaik. Jadi dua keseimbangan ini yang menjadi paradigma yang baru ketika saya mengenal Kristus.
Perlahan Bong mulai bangkit..

Yang membuat saya bangkit adalah orang-orang yang saya cintai. Yaitu orang tua saya, adik, pasangan saya dan lain sebagainya. Jadi yang membuat saya bangkit adalah alasan yang kuat, karena saya percaya motivasi terbesar bukanlah ketika kita berjuang untuk diri kita sendiri tapi berjuang untuk orang lain. Saya berkomitmen untuk tidak egois lagi. Dalam arti, saya siap bayar harganya. Dulunya saya nyaman, diam di rumah. Kemudian sudah uangnya terbatas, malah habiskan uangnya ke warnet. Main game, sama teman-teman main basket. Saya bilang, mulai hari ini saya tidak mau egois berpikir untuk diri saya, dan saya mau bangkit, bukan untuk saya tapi untuk mereka.
Demi keluarganya Bong rela bekerja keras..

Saya pernah gonta-ganti pekerjaan, dari pertama serabutan. Saya jualan baju, saya jual parfum, apapun yang bisa saya jual. Saya punya prinsip, lebih baik susah sekarang.
Dan saya bersyukur, karena keluarga kami bankrut dan kami punya keterbatasan, jadi keluarga kami sangat dekat. Yang kedua adalah saya bersyukur, karena hidup saya dari kecil sudah sulit, saya jadi anak yang tidak manja.
Jadi saya balik, dari awalnya saya iri sama teman-teman saya, teman-teman saya harus iri sama saya. Karena apa? Karena mereka tidak mengalami kesulitas yang saya rasakan. Karena mereka tidak mengalami kesulitan, mereka tidak tumbuh sekeras saya. Saya percaya ketika kita tumbuh dalam lingkungan yang keras, maka Tuhan akan menjadikan kita lebih keras.
Kerasnya tekad Bong itulah yang membuat ia tidak pernah menyerah. Berbagai bisnis seperti MLM dan event organizer ia jalani. Untung dan rugi juga silih berganti. Namun ia tidak pernah putus asa.
Luar biasanya, setiap saya jatuh Tuhan angkat saya lebih tinggi. Jadi setiap kali saya jatuh, mentalnya bukannya sama atau lebih rendah, tapi lebih tinggi. Ketika saya pernah jatuh, ternyata Tuhan mempertemukan saya dengan bisnis property.
Di bisnis property inilah Bong Chandra berhasil mencapai kesuksesannya. Ia berhasil menjadi milyader di usia muda dan berhasil mewujudkan impian orangtuanya untuk ke luar negeri. Saat dipuncak keberhasilannya, ia ingin orang lain berhasil juga. Karena itulah ia menjadi seorang motivator. Apa yang menjadi kepuasan Bong saat ia menjadi motivator?

Paling puas adalah saat saya mendapatkan email, atau mendapat mention di twitter saya yang mengatakan hidupnya berubah, mereka jadi memiliki semangat lagi. Pernah saya mendapat email dari orang yang dulu katanya pernah dibilang hampir gila sama orang-orang, dan akhirnya mereka bisa temukan jati diri yang baru. Ada yang pernah hampir bunuh diri, saya bisa bantu mereka. Itulah salah satu yang membuat saya senang memberi motivasi.
Apa arti kesuksesan bagi Bong Chandra?

Buat saya sukses adalah saya bisa menjadi lebih baik dari yang kemarin, itulah yang pertama. Yang kedua, sukses adalah ketika kita bisa mengalahkan diri sendiri. Dalam artian, manusia itu Tuhan kasih potensi yang sangat luar biasa. Jika manusia itu tidak bisa melawan dirinya sendiri maka potensinya akan terhambat. Sukses adalah ketika kita bisa menggunakan talenta yang Tuhan kasih, kita develop sehingga kita bisa bermanfaat bagi banyak orang.
Dimana peran Tuhan dalam kesuksesan Bong Chandra?

Peran Tuhan Yesus sangat-sangat besar. Terutama dalam filosofi-filosofi hidup saya dalam membangun bisnis. Sebagai contoh, dalam Alkitab ada yang mengatakan barang siapa yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan sorak-sorai. Saya pegang firman Tuhan itu, dan saya lakukan. Dalam artian, ternyata apa yang kita tabur walaupun itu susah, tenang saja, hanya waktu yang akan menentukan segala sesuatunya akan indah pada waktunya.
Yang kedua juga, apa yang Tuhan bilang: siapa yang mau lebih tinggi, dia harus mau menjadi yang lebih melayani. Dari situ saya belajar harus senyum kepada orang-orang siapapun itu. Dari situ saya bisa belajar rendah hati.
Prinsip-prinsip apa yang dijalankan Bong Chandra dalam bisnisnya?

Yang pertama adalah prinsip kebenaran, dalam arti kita tidak boleh kompromi. Yang kedua adalah kerjasama.
Apa pesan Bong Chandra untuk hadapi tahun 2012?

Saya percaya bahwa di dalam Tuhan kita bukanlah manusia yang lama tapi manusia yang baru. Jadi saya percaya di dalam Tuhan setiap hari adalah tahun yang baru. Untuk tahun yang baru selalu ada masalah yang baru. Tahun yang baru selalu ada berkat yang baru. Pelajari, evaluasi apa yang sudah terjadi di tahun 2011. Jangan jadikan suatu kegagalan sebagai akar pahit, jadikan kegagalan sebagai kuliah. Ketika saya ingat uang kuliah yang saya bayar begitu besar, maka saya tidak mau menyia-nyiakan ketika masuk ke tahun yang baru. Demikian juga dengan Anda. Terima kasih, sukses untuk Anda semua, God bless you all.
Sumber: Jawaban.com