Kamu Orang Paling Beruntung

Posted: March 25, 2012 in Renungan Harian

Ada seorang anak kecil berumur 7 tahun. Kehidupan masa kecilnya yang bahagia,selalu dipenuhi gelak tawa yang polos. Namun,hal itu tidak bertahan lama. Akhirnya,si anak meninggal karena kanker otak. Orangtuanya hanya bisa menangis menyertai kepergiannya.

Di surga,anak itu tersadar. Di hadapannya,Malaikat sedang duduk sambil memperhatikannya. Malaikat mendekatinya perlahan dan bertanya “Nak,kamu masih terlalu muda untuk meninggal. Aku akan membuatmu lahir kembali,tetapi kamu tidak akan bersama lagi dengan orang tuamu.”

“Tidak apa-apa Malaikat. Aku senang masih bisa hidup kembali.”jawab anak itu polos

“Oh,anak yang malang. Aku akan memberikanmu keistimewaan. Jika dilahirkan,kamu ingin seperti apa?”tanya malaikat.

“Aku ingin lahir di tengah-tengah keluarga yang sangat miskin. Aku tidak ingin mempunyai tangan kanan dan kaki kiri. Aku juga ingin hanya mempunyai 1 ginjal dan 1 bola mata. Aku ingin jari di tangan kiriku dan jari kaki kananku hanya 3. Aku ingin bisu dan tuli. Aku ingin menjadi orang jelek,sangat jelek sehingga orang-orang yang melihatku jijik kepadaku.”kata anak itu.

Tentu saja menanggapi permintaannya Malaikat terkejut. Mengapa anak itu ingin demikian?

“Sayang,mengapa kamu meminta seperti itu?”tanya Malaikat yang benar-benar bingung dibuatnya.

“Aku hanya ingin…agar orang lain tahu,masih ada aku manusia yang lebih buruk dari mereka. Aku ingin,mereka masih bisa mengucap ‘syukur’ ketika melihatku.”jawab anak itu polos

Malaikat yang mendengar hal itu mulai meneteskan air mata,lalu memeluk anak itu erat-erat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s